Jika belum bisa merasakan puncaknya iman, sekurang-kurangnya kita tidak melakukan maksiat kepada Allah. Orang yang tidak merasakan manisnya iman, tidak pernah merasakan nikmatnya ibadah, tidak pernah tersentuh nikmatnya bermunajat kepada Allah, tidak pernah merasakan dirinya kerdil, hina dihadapan Allah, tidak pernah membesarkan Allah, berarti dia belum pernah belajar ibadah yang benar kepada Allah.
Orang yang tidak pernah meneteskan air matanya takut kepada Allah, orang yang tidak pernah ternyuh hatinya mendengarkan kalamullah, berarti dia belum masuk kelas iman, dia belum masuk sekolah Islam, dia belum menapaki awal langkahnya menuju jalan shiratal mustaqiim. Karena ubuddiah, memperbaiki diri menjadi hati yg hanif adalah awal langkah seorang muslim mendapatkan jalan shiratal mustaqiim.
Dijaman fitnah seperti sekarang ini, sering kita dihimpit, dihina dan dicaci maki. Jiwa rahmah kita dilawan oleh nafsu, amarah dan emosi diri, maka kendalikan diri agar jiwa rahmah itu tetap tersenyum walau kaki berdarah.
Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam berpesan: “Sesungguhnya kamu akan mendapatkan orang-orang berebut dunia, bersabarlah sampai kamu kemui aku di telaga.”

0 komentar:
Posting Komentar